Sabtu, 25 Oktober 2014

KONSEP GEOGRAFI

KONSEP GEOGRAFI
Konsep dasar geografi terdiri atas berikut ini.
1.   Konsep lokasi, yaitu suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan lokasi tempat tersebut berada.
2.   Konsep jarak¸yaitu berkaitan erat dengan lokasi dan jarak pun mempunyai pengaruh terhadap harga dan nilai barang.
3.   Konsep keterjangkauan, yaitu hubungan dengan kondisi wilayah yang berkaitan dengan sarana angkutan dan transportasi yang digunakan.
4.   Konsep morfologi, yaitu bentuk lahan yang terkait dengan erosi, pengendapan, penggunaan lahan, serta ketersediaan air. Dengan konsep morfologi orang akan mudah memperkirakan potensi lahan tertentu,
5.   Konsep aglomerasi, merupakan pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu wilayah dikarenakan adanya kesamaan atau faktor-faktor yang menguntungkan.
6.   Konsep pola, yaitu keterkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena alam dan sosial.
7.   Konsep interaksi dan interdependasi, yaitu setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi persebaran ide, dan lain-lain.
8.   Konsep nilai kegunaan, yaitu manfaat suatu wilayah mempunyai nilai tersendiri bagi orang-orang yang menggunakannya.
9.   Konsep diferensiasi area, yaitu wilayah di permukaan bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya yang membedakannya dengan wilayah lain.

10. Konsep keterkaitan keruangan, yaitu suatu wilayah dapat berkembang karena ada hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya.

PRINSIP-PRINSIP GEOGRAFI

A.   PRINSIP-PRINSIP GEOGRAFI
Prinsip-prinsip dapat menjadi acuan guna menganalisis berbagai fenomena geografi yang terjadi. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
1.   Prinsip distribusi, yaitu suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.
2.   Prinsip interelasi, yaitu suatu hubungan saling terkait dalam ruang antara gejala yang satu dengan gejala lainnya.
3.   Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang dipelajari, yang disajikan dalam bentuk tulisan, diagram, grafik, tabel, gambar, dan peta.

4.   Prinsip korologi, yaitu gejala, fakta, ataupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau dari distribusinya, interelasinya, dan intergrasinya dalam ruang tertentu karena ruang akan memberika karakteristik pada kesatuan gejala tersebut.

OBJEK STUDI GEOGRAFI

A.   OBJEK STUDI GEOGRAFI
Objek kajian geografi terbagi menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.
1.   Objek material, menyangkut materi/isi yang dikaji suatu ilmu pengetahuan. Objek material geografi adalah gejala geosfer yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, antroposfer, dan biofer.

2.   Objek formal, objek ini berhubungan dengan cara melakukan pendekatan atau penganalisisan terhadap objek material atau dengan kata lain, objek formal adalah cara memandang segala gejala yang terjadi pada geosfer dengan sudut pandang kelingkungan/kewilayahan dalam konteks keruangan.

RUANG LINGKUP DAN ILMU PENUNJANG GEOGRAFI

A.   RUANG LINGKUP DAN ILMU PENUNJANG GEOGRAFI
Ruang lingkup kajian geografi meliputi segala gejala dan proses yang terdapat di permukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganiknya yang ada kaitannya dengan kepentingan hidup manusia. Selain itu, kajian geografi juga meliputi persebaran dan keterkaitan penduduk di muka bumi, hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik dan analisis region yang mempunyai ciri tertentu.

Beberapa disiplin ilmu yang sangat erat kaitannya dengan geografi, di antaranya sebgai berikut.

Geologi


Geofisika

Meteorologi

Astronomi

Biogeografi

Geomorfologi

Hidrografi

Oseanografi
Paleontologi

Antropogeografi

Geografi regional


Geografi politik
:


:

:

:

:

:

:

:
:

:

:


:
ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan kejadian, struktur, komposisi, sejarah, dan proses perkembangannya.
ilmu yang mengkaji sifat-sifat bagain bumi dalam dengan metode teknik fisika.
ilmu yang mempelajari atmosfer, misalnya udara, cuaca, suhu, dan sebagainya.
ilmu yang mempelajari benda-benda langit di luar atmosfer bumi.
studi tentang penyebaran makhluk hidup secara geografis di muka bumi.
studi tentang bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survei, serta pemetaan laut, danau, sungai, dan sebagainya.
ilmu yang mempelajari lautan.
ilmu tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan di masa purba yang terdapat di lapisan-lapisan bumi.
cabang geografi yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa di muka bumi dilihat dari sudut geografis.
cabang geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus, misalnya geografi asia tenggara dan sebagainya.
cabang geografi yang mengakaji kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.

Modul Bimbingan Belajar Geografi : PENGERTIAN GEOGRAFI

A.   PENGERTIAN GEOGRAFI
Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Jadi, secara harfiah, geografi berarti tulisan. Jadi, secara harfiah, geografi berarti tulisan bumi (writing about the earth). Akan tetapi, yang dipelajari dalam geografi bukan hanya mengenai permukaan bumi, tetapi hal-hal lain seperti jagad raya serta benda-benda di ruang angkasa. Dengan kata lain, geografi adalah studi tenatang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam hubungan interaksi dan kekurangan tanpa mengabaikan setiap gejala  yang merupakan bagain dari keseluruhan itu. Berdasarkan hasil seminar dan lokakarya ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang tahun 1988, geografi  adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan. Persamaan dan perbedaan geosfer menyangkut litosper, atmosfer, hidrosper, biosfer termasuk antroposfer.